Pantai, Senja dan Wanita

Fix, Ketiganya bersatu. Membangkitkan kenangan secara tiba2. Semestinya aku sakit. Tapi hatiku malah tersenyum. Entahlah.. Mungkin memang ketiga hal itu yang bisa membuatnya bahagia. Kalau saja otakku yang bekerja. Tak mau aku melihatnya. Namun demi hati, kubiarkan saja dulu aku kembali ke masa itu. Biarkan hatiku menikmati bahagianya. Karena memang, cukup lama ia tak merasakannya.

Mungkin akan ada yang bilang ini tak baik. Dan akan ada juga yang berpendapat sebaliknya. Namun aku sendiri, Aku tak tahu harus pilih yang mana. Aku hanya ingin biarkan dia menikmati kesenangan. Sejenak,, walaupun dengan kembali ke dalam kenangan.

Apa ini? Aku Tak Mau

Perasaan apa ini?
Tiba2 senyum bila melihatnya
Aku memang tahu, tapi tak kenal dia
Bertemu? tak pernah
Aku hanya lihat dia dari gambar saja

Pun saat aku diam
Dia tanpa permisi, masuk ke pikirku
Dan hatiku tak menolaknya,
Tak menyuruhku untuk mengusirnya

Hatiku justru berbunga
Seperti sedang melompat kegirangan
Mendapat sesuatu yang selama ini didambakan

Cinta? Apakah mungkin?
Apa bisa datang seperti ini?
Untuk yang tak dikenal dan tak pernah ditemui

Kalau benar, aku tak mau ini
Aku tak bisa biarkannya

Bukan karena aku takut
Bukan karena aku ini pengecut
Lagi, aku akan katakan
Aku tak kenal dengan dia
Aku tak pernah bertemu dengannya

Tapi aku tahu satu hal
Bahwa dia sudah termiliki

Untuk Satu Hati

Entah sudah berapa hati yang tersingkirkan
Untuk menantikan satu hati
Yang selalu terrindukan
Dalam gelap dan terang
Dalam sedih dan senang
Dalam kegelisahan
Dalam sebuah lamunan
Dalam keputus asaan
Dan dalam keyakinan
Tentang mimpi-mimpi di masa depan

“Ketika orang lain berbicara hal2 yang tak benar tentang diriku,
Aku hanya akan terus berjalan untuk mencapai tujuanku
Hingga pada akhirnya, aku akan sampai di tujuan
Dan mereka yang sibuk membicarakanku masih akan tetap ada di belakang”
– Berusaha Istiqomah –

Keranjang Air dan Baca Al-Qur’an

Ada seorang pemuda bertanya kepada ustadznya :
“Ustadz, apa gunanya aku membaca Al-Qur’an? Sementara aku tidak mengerti arti dan maksud dari Al-Qur’an yang aku baca.”

Lalu sang Ustadz menjawab dengan tenang :
“Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, lalu bawakan aku sekeranjang air..!!”

Pemuda itu mengerjakan seperti yang diperintahkan ustadznya, tapi semua air yang dibawanya habis sebelum ia sampai di rumah.

Ustadz berkata :
“Kamu harus berusaha lebih cepat.”
Ustadz meminta pemuda itu kembali ke sungai. Kali ini pemuda itu berlari lebih cepat, tapi lagi2 keranjangnya kosong (tanpa air) sebelum sampai di rumah.

Dia berkata kepada Ustadznya :
“Tidak mungkin bisa membawa sekeranjang air. Aku ingin menggantinya dengan ember ya?”

“Aku ingin sekeranjang air, bukan dengan ember..!!” Jawab Ustadz

Si pemuda kembali mencoba, dan berlari lebih cepat lagi. Namun tetap gagal juga. Air tetap habis sebelum ia sampai di rumah. Keranjang itu tetap kosong.

“Ustadz… ini tidak ada gunanya. Sia2 saja.. Air pasti akan habis di jalan sebelum sampai di rumah.”

Ustadz menjawab :
“Mengapa kamu berpikir ini tidak ada gunanya? Coba lihat dan perhatikan baik2 apa yang terjadi dengan keranjang itu?”

Pemuda itu memperhatikan keranjangnya, dan ia baru menyadari bahwa keranjang yg tadinya kotor, berubah menjadi sebuah keranjang yang BERSIH, luar dan dalam..!!

“Muridku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Al-Qur’an??
Boleh jadi kamu tidak mengerti sama sekali. Tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu sadari kamu akan berubah menjadi lebih baik dan bersih, luar dan dalam.
Itulah kasih sayang Allah dalam mengubah kehidupanmu.

Jujur Saya Sedih

Jujur, saya mah sedih ngeliat saudara2 saya sekarang ini. Dulu para sahabat Nabi dan pengikutnya berjuang mati2an ngebela Nabi. Ketika banyak yg bilang Nabi itu seorang pendusta, Nabi itu tukang sihir, Nabi itu pemecah belah ummat, Nabi itu penyebab antara orang tua dan anaknya jadi berpisah serta ungkapan2 jelek lainnya untuk menghina Nabi, maka merekalah yang akan paling depan untuk membela. Mereka tidak akan terima ketika Nabi mereka dihina.

Tapi, sekarang ini ketika Al-Qur’an, wahyu yang dikirimkan oleh Allah kepada RasulNya itu dinistakan, banyak nih dari kita yang ngakunya umat Rasul, masih aja ga mau ngebela Qur’an. Bahkan yang mirisnya lagi justru diantara kita malah berada di pihak sang penista untuk membelanya.

Coba deh kita pikir dan rasain pake hati yang paling dalem dan sebersih2nya, apa kita gak kesian sama Nabi? Apa kita ga sedih inget perjuangan Nabi? Inget dah gimana begitu cintanya Nabi sama kita. Inget dah tuh gimana saat sakaratul mautnya pun yang dia pikirin itu kita, ya kita,, kita ummatnya. Dengan suara lirih, ketika ruh ingin terlepas dari jasadnya yang dia ucapkan itu.. Ummati.. Ummati.. Ummati..

Udh kebayang kan segimana sayangnya Rasul sama kita? Nah sekarang,, kita yang ngaku ummatnya Rasul malah kaga mau ngebelain kitab yang udah dibawa sama Rasul buat ummatnya, kita sbg ummatnya kaya ga ada sedih2nya Al-Qur’an dihina, gak ada marah2nya kitab suci kita dinista. Gimana ga sedih tuh Nabi klo ngeliat kelakuan kita? Masih pantes ngga nih  kita ngaku sbg ummat Rasulullah?

Duhhh Gusti,, ampuni kami dan saudara2 kami yang belum tersadarkan. Maafin kami ya Rasul yang masih bisa biasa2 aja ngelihat Al-Qur’an dinistakan. Maafin jika diantara kami masih ada yang belum bisa membela Al-Qur’an. Semoga saja kami semua ummat muslim bisa bersatu dengan seutuhnya berdiri di atas jalan yang sebenar2nya. Dan semoga saja Engkau memberikan ridhoMu ya Rabb bagi kami yang sedang berjuang membela Al-Qur’an tercinta ini. Aamiin..

Doa Untuk Timnas

img_20161216_092829_489

You’re so cool bro..!!

Saya dapet ni poto dari instagram, seneng banget saya lihatnya. Ternyata dari puluhan ribu orang yang ada di stadion, masih ada orang yang mau sejenak meninggalkan aktifitasnya untuk menghadap Sang Pencipta. Cakep banget dah ini, Salah satu asbab Timnas bisa menang nih kemaren. Coba bayangin gimana kalo semua umat Muslim yang dateng ke stadion ikut sholat dan berjama’ah, udah dah Insya Allah Juara AFF tahun ini bakalan buat Indonesia.

Terus, abis dapet poto ini langsung aja saya share di grup WA yg ada di HP. Saya ajakin dah besok pas masuk waktu Isya kita sholat dulu, abis itu doain Timnas kita biar menang di leg 2 besok. Syukur2 buat yang laki bisa pada ke Mesjid sholat Isya nya. Insya Allah juara AFF bisa kita raih dah tahun ini.

Banyak dapet komen dari temen2 tuh abis saya share di grup WA. Salah satu komen temen saya cakep nih, “Bener Bang..  Jangan pernah nunda panggilan Alah.. Haya ‘alal falah… Mari Menuju Kemenangan”. Langsung ane ngomong dalem hati, “Oh iya bener, panggilan Allah dalam Adzan kan kalimat itu salah satunya..”. Nah biar kita menang, besok kita datengin Allah dah tuh pas Allah manggil buat menuju kemenangan. Allah udah ngajak kita nih buat menang, masa iya kita ga mau dateng juga?

Abis itu saya juga dapet kiriman poto Para Punggawa Timnas yang muslim lagi pada sholat berjama’ah. Alhamdulillah banget nih, bener2 seneng banget lihatnya. Panteslah kalo Timnas kita bisa melangkah sampe sejauh ini, karena mereka ga lupa dengan kewajiban kepada Tuhannya. Ayo gaess,, SEMANGATTTT satu langkah lagi kita bisa meraih mimpi kita…!!!

img-20161216-wa0003

Para Punggawa Timnas yang lagi pada Sholat berjama’ah

Nah,, Ayo dah buat kita supporter yang cuma bisa ngedukung Timnas dari rumah, yuk besok pas udah dateng waktu Isya, langsung aja kita Sholat, yang laki2 kita ke Mesjid, yg perempuan di rumah juga ga apa2, yang ga boleh itu yang ngga sholat, hehe.  Abis sholat kita doain timnas kita biar menang dan jadi juara AFF tahun ini. Abis kelar sholat sama doa baru dah kita nonton lagi. Oiya sori,, buat yang non Muslim bisa berdoa dengan caranya masing2 yaa. Karena yang dibutuhin Timnas bukan cuma teriakkan dari kita, tapi doa yang akan sangat dibutuhkan dan sangat bermanfaat untuk Timnas kita yang akan berjuang di Final AFF 2016 Leg ke2 besok.

Semoga INDONESIA bisa jadi JUARA AFF 2016 ya Allah… Aamiin…

Andai Aku bisa bertemu denganmu

Untuk kesekian kalinya aku akan berbicara tentang rindu. Ya rindu lagi yang sedang aku rasakan. Rinduku kepada dia, iya dia.. Sang kekasih Allah, seorang manusia paling Mulia yang namanya bisa disandingkan dengan Allah Tuhan semesta Alam. Setiap kali aku membaca kisahnya, tentang kelahirannya, tentang perjuangannya dan juga tentang kecintaan dia kepada ummatnya,  tanpa disadari muncul butiran air yang ada di sudut mata dan susah sekali untuk ditahan agar tak jatuh. Malu rasanya aku yang dicintai begitu besarnya oleh Sang Penghulu Ummat, namun seringkali aku lupa membalas ketulusan cintanya.

Andai  aku bisa bertemu denganmu Ya Rosul, aku ingin sekali mencium tanganmu.
Andai  aku bisa bertemu denganmu Ya Rosul, aku ingin sekali memelukmu.
Andai  aku bisa bertemu denganmu Ya Rosul, aku ingin terus ikut bersamamu.

Aku rinduuuu,, rinduuu sekali padamu.. Ya Allah tolong sampaikan salamku pada kekasihMu Muhammad SAW.  Shollu ‘Ala Muhammad…

Ya Rosul, aku ingin sekali menceritakan banyak hal padamu. Aku ingin sekali menceritakan bagaimana keadaan ummatmu pada saat ini. Ingin sekali rasanya mencurahkan semua padamu. Aku sangat rindu akan kepemimpinan seperti di zamanmu dan juga sahabat2mu. Aku saja sedih melihat bagaimana keadaan saudara2ku saat sekarang ini. Apalagi kau yang begitu sangat mencintai kami.

Aku yakin, disana kau sedang melihat kami. Doakanlah kami Ya Nabi, doakan kami untuk bisa bangkit dan bisa menjadi sebaik2nya ummatmu. Doakan agar kami bisa bersatu tanpa ada lagi perdebatan yang tidak penting hanya karena adanya sedikit perbedaan diantara kami. Doakan agar kami bisa saling menguatkan. Dan bisa mengajak sebanyak2nya ummatmu untuk kembali kepada Al-Quran dan hadist2mu.

Ya Rosul, untuk diri ini pribadi, doakan semoga aku bisa terus beristiqomah untuk menjalankan apa saja yang sudah kau ajarkan tentang perintah2 beserta larangan dari Tuhanmu, Allah SWT Robbul Izzati. Semoga aku bisa terus menghidupkan sunnah2mu, semoga aku bisa terus meningkatkan keimananku, semoga aku bisa terus memperbaiki diriku, semoga aku bisa terus mencintaimu dan semoga yang akan selalu aku semogakan dalam setiap doaku, Semoga Aku benar2 bisa menjumpaimu di Surga nanti, Allahumma Sholi ‘Ala Sayyidina Muhammad…